Lebih dari 1.500 PMR se-Indonesia Ikuti OPON 6 Tahun 2026

Olimpiade PMR Online Nasional (OPON) VI Tahun 2026 kembali digelar sebagai kegiatan reguler awal tahun dan berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan partisipasi lebih dari 1.500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari seluruh Indonesia. Kegiatan nasional ini mengusung tema “PMR Kreatif, Indonesia Inspiratif.”

Panitia OPON 6 Tahun 2026 mencatat, peserta berasal dari 270 sekolah yang tersebar di 77 kabupaten/kota pada 19 provinsi di Indonesia. Capaian tersebut menjadikan OPON sebagai Olimpiade PMR Online terbesar se-Indonesia hingga saat ini, baik dari sisi jumlah peserta maupun luasnya sebaran wilayah. Jumlah ini masih berpotensi terus bertambah seiring dengan adanya perpanjangan masa pendaftaran yang masih dibuka oleh panitia.

Sebagai agenda tahunan yang secara konsisten dilaksanakan pada awal tahun, OPON menjadi ruang strategis bagi PMR untuk mengawali tahun dengan kegiatan edukatif, kompetitif, dan bernilai kepalangmerahan. Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa OPON telah menjadi program yang dinantikan oleh sekolah dan pembina PMR di berbagai daerah.

Direktur Utama Talenta Prestasi Indonesia (TAPRESNESIA) sekaligus Ketua Panitia OPON 6 Tahun 2026, Fajar I. Kurniawan, M.Kom., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk kepercayaan besar dari peserta dan pembina PMR kepada panitia penyelenggara.

“OPON merupakan kegiatan reguler awal tahun yang terus kami jaga konsistensinya. Tingginya jumlah peserta adalah bukti kepercayaan kepada panitia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan, kesiapan sistem, dan profesionalitas penyelenggaraan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa OPON 6 diharapkan mampu menjadi contoh pelaksanaan kompetisi PMR berbasis digital yang berkualitas, inklusif, dan inspiratif, sekaligus mendorong lahirnya generasi PMR yang kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi Indonesia.

Dengan skala nasional yang semakin luas, OPON 6 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga momentum penguatan jejaring PMR se-Indonesia serta penguatan nilai kemanusiaan di kalangan pelajar.