Ribuan Peserta Ikuti Simulasi OPON 6 Tahun 2026 untuk Pemantapan Sistem CBT

Ribuan peserta Olimpiade PMR Online se-Indonesia (OPON) VI Tahun 2026 mengikuti kegiatan Simulasi OPON 6 yang dilaksanakan pada 1 Februari 2026. Simulasi ini diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan utama OPON 6.

Kegiatan simulasi bertujuan untuk pengenalan dan pembiasaan penggunaan sistem Computer Based Test (CBT) Olimpiade PMR Online, sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk melakukan uji coba teknis secara menyeluruh sebelum hari pelaksanaan.

Dalam simulasi ini, peserta difasilitasi untuk melakukan uji coba berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian, mulai dari akses dan fungsi tautan aplikasi ujian, kesesuaian nomor ujian dan kata sandi (password), hingga verifikasi serta kepastian identitas peserta. Peserta juga berkesempatan mencoba mekanisme memilih dan mengubah jawaban, memastikan keterbacaan soal pada perangkat yang digunakan, serta melihat hasil dan nilai yang diperoleh. Selain itu, simulasi ini dimanfaatkan untuk menguji stabilitas koneksi internet dan menilai kelayakan perangkat peserta, baik yang menggunakan smartphone, laptop, maupun komputer.

Ketua Panitia OPON 6 Tahun 2026 sekaligus Direktur Utama PT Talenta Prestasi Indonesia (TAPRESNESIA), Fajar I. Kurniawan, M.Kom., menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan bagian penting dari upaya panitia dalam memastikan kesiapan teknis peserta secara menyeluruh.

“Simulasi ini menjadi langkah strategis panitia untuk memastikan kesiapan perangkat dan sistem yang digunakan peserta. Dengan adanya simulasi, diharapkan berbagai potensi kendala teknis dapat diminimalisir saat pelaksanaan OPON 6 pada 7 Februari 2026 mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa simulasi juga menjadi sarana edukasi digital bagi peserta PMR agar semakin terbiasa dengan sistem ujian berbasis teknologi, sehingga pelaksanaan OPON 6 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan profesional.

Melalui kegiatan simulasi ini, panitia berharap seluruh peserta dapat lebih siap secara teknis dan mental dalam menghadapi OPON 6 Tahun 2026, sekaligus mendukung terwujudnya Olimpiade PMR Online yang berkualitas, kredibel, dan inspiratif.